Liburan ke Armenia, Jelajahi Yerevan, Danau Sevan hingga Biara Kuno

Asia19 Views

Liburan ke Armenia menawarkan pengalaman yang berbeda dari perjalanan Eropa pada umumnya. Negara kecil di kawasan Kaukasus ini mempertemukan pegunungan, danau di dataran tinggi, kota tua, situs keagamaan berusia ratusan tahun, kuliner lokal, serta ibu kota yang cukup nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Ukuran negaranya yang tidak terlalu luas juga memungkinkan wisatawan mengunjungi beberapa daerah dalam satu perjalanan tanpa harus menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan.

Bagi wisatawan Indonesia, Armenia masih tergolong destinasi yang belum terlalu ramai dibicarakan dibandingkan Turki, Georgia, atau negara Eropa Barat. Justru di situlah salah satu daya tariknya. Yerevan dapat menjadi titik awal sebelum perjalanan dilanjutkan menuju Garni, Geghard, Lake Sevan, Dilijan, Areni, Noravank, hingga kawasan pegunungan lainnya.

Mengapa Armenia Menarik untuk Dijadikan Destinasi Liburan?

Armenia mempunyai kombinasi wisata yang cukup lengkap meskipun wilayahnya relatif kecil. Wisatawan dapat menikmati kehidupan kota di Yerevan, melihat bentang pegunungan, mengunjungi danau, berjalan di kawasan hutan, mencicipi makanan tradisional, kemudian berpindah menuju bangunan keagamaan yang telah berdiri selama berabad abad.

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah banyaknya gereja dan biara kuno yang berdiri di lokasi dengan pemandangan pegunungan. Beberapa bahkan berada di antara tebing dan lembah sehingga perjalanan menuju lokasi tersebut sudah menjadi pengalaman tersendiri.

Alam, arsitektur gereja, kehidupan kota, kuliner, serta aktivitas luar ruang menjadi bagian utama pengalaman wisata di negara tersebut. Untuk perjalanan pertama, durasi sekitar lima sampai tujuh hari sudah cukup untuk mengenal Yerevan dan beberapa tujuan di sekitarnya.

“Menurut penulis, Armenia paling menarik bukan karena satu objek wisata tertentu, melainkan karena jarak antara kota, pegunungan, dan bangunan bersejarah relatif mudah dipadukan dalam satu perjalanan.”

Mulai Perjalanan dari Yerevan yang Penuh Bangunan Berwarna Merah Muda

Sebagian besar wisatawan internasional memulai liburan ke Armenia melalui Yerevan. Pesawat akan mendarat di Zvartnots International Airport yang berada tidak terlalu jauh dari pusat ibu kota.

Perjalanan dengan mobil dari bandara menuju pusat Yerevan membutuhkan sekitar 20 menit dalam kondisi normal. Selain taksi, wisatawan juga dapat menggunakan transportasi umum yang menghubungkan bandara dengan pusat kota.

Yerevan sendiri cocok dinikmati perlahan. Kawasan Republic Square menjadi salah satu titik utama karena dikelilingi bangunan pemerintahan, museum, hotel, dan ruang publik. Dari kawasan tersebut, wisatawan dapat berjalan menuju Northern Avenue, Opera and Ballet Theatre, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Cascade Complex.

Cascade menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi karena mempunyai tangga besar yang mengarah ke bagian kota lebih tinggi. Dari area atas, pengunjung dapat menikmati panorama Yerevan dan, ketika cuaca cerah, siluet Gunung Ararat terlihat di kejauhan.

Abovyan Street, Saryan Street, Pushkin Street, Mother Armenia, Vernissage Market, serta Gum Market juga dapat dimasukkan ke dalam perjalanan di Yerevan. Kawasan ini memberikan suasana berbeda, mulai dari belanja suvenir, kuliner, hingga menikmati kehidupan masyarakat setempat.

Garni dan Geghard Bisa Dikunjungi dalam Satu Hari

Setelah mengenal Yerevan, perjalanan dapat dilanjutkan menuju sisi timur ibu kota. Salah satu rute populer menggabungkan Garni Temple, Symphony of Stones, serta Geghard Monastery dalam perjalanan satu hari.

Garni Temple merupakan bangunan bergaya klasik yang berasal dari sekitar abad pertama. Bentuknya berbeda dari banyak bangunan keagamaan Armenia karena memiliki deretan pilar besar yang mengingatkan pada arsitektur Yunani dan Romawi.

Tidak jauh dari Garni terdapat Symphony of Stones di Azat Gorge. Struktur batu basalt berbentuk kolom panjang tersusun di tebing dan sering dibandingkan dengan pipa organ raksasa. Bentuk batu yang unik menjadikannya salah satu lokasi alam yang banyak menarik perhatian wisatawan.

Perjalanan kemudian dapat diteruskan menuju Geghard Monastery. Kompleks ini terkenal karena sebagian bangunannya dipahat langsung pada batu. Geghard juga termasuk salah satu situs bersejarah penting di Armenia dan sering dimasukkan dalam perjalanan pertama ke negara tersebut.

Rangkaian Garni dan Geghard umumnya membutuhkan sekitar empat sampai lima jam dari Yerevan, sehingga wisatawan masih mempunyai waktu untuk kembali ke ibu kota pada sore atau malam hari.

Lake Sevan Menawarkan Pemandangan Pegunungan dan Air Biru Luas

Perjalanan berikutnya dapat diarahkan ke Lake Sevan yang menjadi danau terbesar di Armenia. Danau ini berada pada ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut dengan luas lebih dari seribu kilometer persegi.

Pemandangan Lake Sevan sangat berbeda antara musim panas dan musim dingin. Pada bulan yang lebih hangat, kawasan ini menjadi tujuan untuk menikmati tepian danau, naik perahu, serta berbagai kegiatan air. Pada musim dingin, area sekitarnya berubah menjadi bentang bersalju dan sebagian tepian dapat membeku ketika suhu turun cukup rendah.

Sevanavank Monastery menjadi tempat yang hampir selalu dikunjungi ketika datang ke Lake Sevan. Biara tersebut berada di area yang lebih tinggi sehingga pengunjung harus menaiki tangga sebelum memperoleh pandangan luas ke arah air dan pegunungan.

Perjalanan dari Yerevan menuju Lake Sevan membutuhkan kurang lebih satu jam. Tersedia minibus dan beberapa pilihan transportasi lain, sementara wisatawan juga dapat menggunakan kendaraan sewaan atau mengikuti tur harian.

Dilijan Menampilkan Sisi Armenia yang Lebih Hijau

Setelah Lake Sevan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Dilijan. Daerah ini mempunyai karakter berbeda karena dikelilingi hutan dan perbukitan.

Dilijan kerap mendapat julukan Little Switzerland of Armenia. Kota ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengambil jeda dari suasana Yerevan dan menikmati udara pegunungan, jalur berjalan kaki, bangunan tradisional, serta kafe kecil.

Dilijan National Park menjadi salah satu tujuan utama untuk aktivitas luar ruang. Area lain yang dapat dikunjungi mencakup Parz Lake dan Haghartsin Monastery. Perjalanan dengan mobil dari Yerevan menuju Dilijan biasanya memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan rute yang melewati sebagian kawasan Lake Sevan.

Wisatawan yang mempunyai waktu lebih panjang sebaiknya menginap satu malam dibandingkan langsung kembali ke Yerevan. Suasana Dilijan pada pagi hari jauh lebih tenang dan memberi waktu lebih banyak untuk menjelajahi jalur hutan di sekitarnya.

Khor Virap Menjadi Tempat Favorit Melihat Gunung Ararat

Armenia tidak akan lengkap tanpa perjalanan yang memberikan panorama Gunung Ararat. Salah satu tempat yang sering dipilih adalah Khor Virap Monastery yang berada di selatan Yerevan.

Ketika cuaca cerah, Gunung Ararat terlihat sangat besar di belakang kompleks biara. Kombinasi bangunan batu dan pegunungan bersalju menjadikan tempat tersebut salah satu lokasi fotografi paling terkenal di Armenia.

Gunung Ararat sendiri sekarang berada di wilayah Turki, tetapi memiliki hubungan sejarah dan budaya yang sangat kuat dengan masyarakat Armenia. Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Yerevan, Khor Virap mudah digabungkan dengan perjalanan menuju Areni dan Noravank.

Waktu kunjungan pagi sering menjadi pilihan karena udara cenderung lebih jernih. Namun, kondisi pegunungan tetap menentukan seberapa jelas Ararat dapat terlihat.

Areni dan Noravank Cocok untuk Perjalanan ke Armenia Selatan

Dari Khor Virap, perjalanan dapat diteruskan menuju wilayah Vayots Dzor. Salah satu nama yang paling dikenal adalah Areni, desa yang mempunyai hubungan panjang dengan produksi anggur Armenia.

Di kawasan tersebut terdapat Areni 1 Cave, tempat ditemukannya bukti fasilitas pembuatan anggur yang sangat tua. Karena itu, rute Areni banyak diminati wisatawan yang tertarik pada sejarah makanan dan minuman Armenia.

Sekitar beberapa menit perjalanan dari Areni terdapat Noravank Monastery. Bangunan tersebut berdiri di antara tebing kemerahan yang membuat tampilannya berubah mengikuti cahaya matahari.

Noravank juga sering dipilih untuk kunjungan sore karena tebing di sekitarnya terlihat semakin merah menjelang matahari terbenam. Perpaduan arsitektur tua dan bentang batu menjadikan tempat ini berbeda dari banyak kawasan wisata lain di Armenia.

Musim Semi dan Musim Gugur Nyaman untuk Banyak Wisatawan

Pemilihan waktu akan sangat memengaruhi pengalaman liburan ke Armenia karena negara ini mempunyai perbedaan musim yang cukup jelas.

Periode April sampai Agustus cukup nyaman untuk aktivitas luar ruang dan wisata budaya. Sementara September hingga awal musim gugur cocok bagi wisatawan yang ingin melihat perubahan warna pepohonan.

Bagi banyak wisatawan, Mei, Juni, September, dan Oktober menjadi periode menarik karena perjalanan antarkota dapat dilakukan tanpa menghadapi suhu musim dingin yang terlalu rendah.

Musim panas di Yerevan bisa terasa cukup panas, sedangkan daerah pegunungan biasanya lebih sejuk. Musim dingin menawarkan pengalaman berbeda dengan salju dan resor ski. Suhu musim dingin dapat turun hingga beberapa derajat di bawah titik beku, terutama di kawasan dataran tinggi.

Jika berencana pergi pada musim gugur atau musim semi, tetap bawa jaket karena perbedaan suhu antara siang dan malam dapat terasa besar, terutama di Lake Sevan dan kawasan pegunungan.

Visa Armenia untuk Pemegang Paspor Indonesia Perlu Disiapkan

Persiapan dokumen perlu diperhatikan sebelum membeli tiket. Pemegang paspor biasa Indonesia perlu memastikan persyaratan visa Armenia sebelum keberangkatan.

Armenia menyediakan sistem e Visa untuk kunjungan wisata. Proses aplikasi dapat dilakukan secara online dengan mengisi data pribadi, informasi paspor, rencana perjalanan, serta dokumen lain yang diminta.

Jenis visa kunjungan tersedia untuk masa tinggal yang berbeda. Wisatawan sebaiknya menyiapkan paspor dengan masa berlaku cukup panjang, bukti akomodasi, tiket perjalanan, dan dokumen keuangan jika diperlukan.

Aturan imigrasi dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, pemeriksaan ulang terhadap ketentuan visa sebelum melakukan pembayaran tiket dan hotel sangat disarankan.

Penerbangan dari Indonesia Umumnya Memerlukan Transit

Belum tersedia banyak pilihan penerbangan langsung antara Indonesia dan Yerevan. Perjalanan menuju Zvartnots International Airport pada umumnya membutuhkan satu atau lebih transit.

Beberapa kota yang dapat menjadi titik transit antara lain Dubai, Doha, Abu Dhabi, Istanbul, serta sejumlah kota lainnya tergantung maskapai yang digunakan.

Durasi perjalanan sangat bergantung pada waktu transit. Rute melalui negara Teluk biasanya cukup populer karena hub penerbangannya mempunyai jaringan luas menuju kawasan Kaukasus.

Zvartnots International Airport menjadi gerbang utama internasional menuju Yerevan. Dari bandara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan taksi, transportasi umum, atau layanan kendaraan yang telah dipesan sebelumnya.

Jika ingin menggabungkan Armenia dengan Georgia, perjalanan antara Yerevan dan Tbilisi juga dapat dilakukan melalui jalur darat.

Transportasi di Yerevan Tidak Harus Mengandalkan Mobil Sewaan

Setelah berada di Armenia, wisatawan tidak selalu membutuhkan kendaraan pribadi. Pusat Yerevan relatif nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki, terutama untuk kawasan Republic Square, Northern Avenue, Opera, serta Cascade.

Yerevan juga mempunyai sistem metro. Jaringannya memang tidak seluas kota besar lain, tetapi cukup berguna untuk berpindah antara pusat kota dan beberapa distrik.

Taksi dan aplikasi ride hailing banyak digunakan karena tarifnya relatif terjangkau. Untuk perjalanan menuju Garni, Geghard, Lake Sevan atau Khor Virap, wisatawan dapat menggunakan tur harian, taksi antarkota, atau menyewa kendaraan.

Jika berencana mengemudi sendiri, perhatikan kondisi jalan di daerah pegunungan. Jarak yang terlihat pendek pada peta belum tentu dapat ditempuh secepat perjalanan di jalan utama.

Siapkan Armenian Dram untuk Pembayaran Sehari Hari

Mata uang Armenia adalah Armenian Dram dengan kode AMD. Pembayaran lokal pada umumnya menggunakan mata uang tersebut.

ATM dan tempat penukaran uang cukup mudah ditemukan di Yerevan. Kartu internasional juga banyak diterima di hotel, restoran, supermarket dan berbagai tempat di ibu kota, tetapi membawa sejumlah uang tunai tetap berguna ketika bepergian ke kota kecil atau menggunakan transportasi tertentu.

Wisatawan sebaiknya menukar uang di tempat resmi dan selalu memeriksa uang kertas yang diterima. Hindari menukar uang kepada pihak tidak dikenal di jalan karena kurs yang ditawarkan belum tentu menguntungkan.

“Untuk perjalanan pertama, penulis lebih menyarankan membawa kombinasi kartu pembayaran dan dram tunai dalam jumlah secukupnya daripada mengandalkan salah satunya saja.”

Kuliner Armenia Layak Mendapat Waktu Khusus

Perjalanan ke Armenia terasa kurang lengkap apabila makanan hanya dianggap sebagai selingan. Kuliner lokal mempunyai penggunaan roti, daging panggang, sayuran, rempah, produk susu dan buah yang cukup kuat.

Lavash menjadi makanan yang paling mudah ditemukan. Roti tipis ini secara tradisional dipanggang menggunakan tonir dan dapat disantap bersama keju, sayuran, atau daging.

Khorovats merupakan daging panggang khas Armenia yang biasanya disajikan dengan sayuran panggang dan banyak herba segar. Tolma menggunakan campuran daging cincang dan nasi yang dibungkus daun anggur atau kubis. Tersedia pula jenis tanpa daging dengan kacang, lentil atau nasi.

Untuk makanan manis, wisatawan dapat mencoba gata. Kue ini mempunyai tekstur yang berbeda antarwilayah dan sering disantap bersama kopi. Sarapan lokal juga kerap menyertakan lavash, keju, sayuran segar, matzoon, madu dan gata.

Perhatikan Area Perbatasan Sebelum Menyusun Rute Road Trip

Sebagian besar tujuan populer seperti Yerevan, Garni dan kawasan wisata utama dapat dikunjungi, tetapi wisatawan tetap perlu memperhatikan perkembangan keamanan regional ketika merencanakan perjalanan jauh.

Kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Armenia dan Azerbaijan perlu mendapat perhatian khusus. Wisatawan sebaiknya tidak membuat rute spontan menuju daerah perbatasan tanpa memeriksa situasi terbaru.

Informasi tersebut penting terutama bagi wisatawan yang menyewa mobil dan ingin menjelajah tanpa pemandu. Rute sebaiknya ditentukan menggunakan jalan wisata yang umum digunakan, sementara kondisi terbaru perlu diperiksa kembali sebelum berpindah ke wilayah yang jauh dari pusat wisata.

Bagi perjalanan pertama, Yerevan, Garni, Geghard, Lake Sevan, Dilijan, Khor Virap, Areni dan Noravank sudah memberikan variasi yang luas, mulai dari kehidupan kota, pegunungan, danau, makanan hingga peninggalan sejarah Armenia.